PARIS — Paris Saint-Germain (PSG) menjalani awal musim Ligue 1 2026/27 yang jauh dari harapan setelah belum meraih satu pun kemenangan dalam tiga laga pertama. Kendati demikian, sang pelatih Luis Enrique menegaskan tidak ada alasan untuk merasa khawatir.

"Tidak ada alasan untuk khawatir. Saya mengatakannya dengan jujur," kata Luis Enrique.

Sikap tenang itu ia lontarkan setelah PSG menelan kekalahan 2-1 dari AS Monaco di kandang sendiri. Les Parisiens sempat unggul lebih dulu pada babak pertama sebelum akhirnya menyerah dengan kebobolan dua gol di babak kedua.

Hasil tersebut membuat PSG mencatatkan awal musim terburuk sejak edisi 2007/2008, kala klub ibu kota Prancis itu justru nyaris terdegradasi.

Fokus pada Performa, Bukan Hasil

Luis Enrique meminta publik tidak hanya menilai timnya dari hasil akhir. Ia yakin penampilan skuadnya sejatinya tidak seburuk yang tergambar di atas kertas.

"Yang ingin saya sampaikan adalah kalian tidak seharusnya hanya melihat hasil akhir," ujar pelatih asal Spanyol tersebut.

"Monaco tahu bahwa jika mereka bermain melawan kami seperti ini sebanyak 10 kali, kami menang delapan kali, sekali imbang, dan sekali kalah. Ini adalah satu kekalahan itu," tambahnya.

Fondasi Tetap Kuat

Kepercayaan manajemen terhadap Luis Enrique tetap tak tergoyahkan. Sang pelatih bahkan baru saja mendapat perpanjangan kontrak hingga 2030 di tengah start yang tersendat ini.

Saat ini PSG tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Ligue 1. Kesempatan untuk bangkit segera hadir lewat ajang Liga Champions, saat sang juara bertahan dua musim beruntun itu memulai perjalanan menghadapi Slovan Bratislava pada Rabu mendatang.